
Martabak Manis Kue Televisi yang Tak Pernah Pudar
Martabak manis adalah salah satu jajanan khas Indonesia yang begitu populer di berbagai kalangan. Dengan tekstur yang lembut, rasa yang manis, dan topping yang melimpah, martabak manis selalu berhasil menggoda selera. Di berbagai daerah, jajanan ini dikenal dengan berbagai sebutan, seperti terang bulan di Jawa Timur atau apam balik di Malaysia.
Namun, tahukah Anda bahwa martabak manis sering dijuluki sebagai “kue televisi”? Sebutan ini muncul karena bentuknya yang lebar dan persegi ketika dipotong, menyerupai layar televisi zaman dahulu. Selain itu, martabak manis juga sering menjadi camilan yang menemani waktu bersantai di depan televisi bersama keluarga. Popularitasnya terus bertahan dari generasi ke generasi, menjadikannya jajanan yang tak pernah pudar.
Sejarah Martabak Manis
Asal-usul martabak manis sendiri cukup menarik. Meskipun kini dikenal sebagai makanan khas Indonesia, martabak manis sebenarnya berasal dari budaya Tionghoa. Pada awalnya, hidangan ini dibawa oleh para pedagang Tionghoa ke Indonesia dan mengalami berbagai modifikasi sesuai dengan selera lokal.
Di Indonesia, martabak manis mulai populer sejak dekade 1960-an. Awalnya, jajanan ini hanya memiliki isian sederhana seperti gula dan kacang. Namun, seiring perkembangan zaman, berbagai inovasi dilakukan, sehingga muncul beragam topping modern seperti cokelat, keju, dan bahkan varian kekinian seperti matcha dan red velvet.
Keunikan Martabak Manis
Salah satu daya tarik utama martabak manis adalah fleksibilitasnya dalam hal rasa dan tekstur. Berikut beberapa hal yang membuat martabak manis begitu spesial:
-
Tekstur Lembut dan Bersarang
-
Martabak manis memiliki tekstur yang empuk dengan banyak rongga udara di dalamnya. Proses pemanggangan yang tepat menghasilkan bagian dalam yang lembut dan berserat seperti sarang lebah.
-
-
Beragam Pilihan Topping
-
Dari topping klasik seperti kacang dan cokelat meses hingga varian premium seperti Nutella, Oreo, dan lotus biscoff, martabak manis bisa disesuaikan dengan berbagai selera.
-
-
Ukuran yang Besar dan Mengenyangkan
-
Tidak seperti kue lainnya, satu porsi martabak manis cukup besar dan bisa dinikmati bersama keluarga atau teman.
-
-
Cocok untuk Segala Suasana
-
Baik untuk camilan malam, teman minum teh, atau hidangan spesial saat berkumpul, martabak manis selalu menjadi pilihan yang pas.
-
Proses Pembuatan Martabak Manis
Resep martabak manis sebenarnya cukup sederhana, asalkan mengikuti langkah-langkah yang tepat. Berikut adalah langkah-langkah dalam membuat martabak manis yang empuk dan bersarang:
Bahan-Bahan
-
250 gram tepung terigu
-
50 gram gula pasir
-
½ sendok teh ragi instan
-
½ sendok teh baking powder
-
300 ml air
-
1 butir telur
-
½ sendok teh garam
-
½ sendok teh vanili
-
½ sendok teh soda kue
Langkah Pembuatan
-
Membuat Adonan
-
Campurkan tepung terigu, gula, ragi, dan air dalam wadah. Aduk hingga rata dan biarkan selama 1 jam agar ragi bekerja.
-
-
Memanggang Adonan
-
Panaskan wajan datar dan tuangkan adonan secara merata. Gunakan api kecil agar bagian bawah tidak cepat gosong.
-
-
Membentuk Sarang Lebah
-
Setelah muncul gelembung-gelembung kecil, taburkan gula di atasnya untuk membantu pembentukan sarang lebah.
-
-
Menambahkan Topping
-
Setelah matang, angkat dan tambahkan topping sesuai selera, seperti cokelat, keju, atau susu kental manis.
-
-
Menyajikan Martabak
-
Lipat martabak menjadi dua dan potong-potong. Sajikan selagi hangat.
-
Inovasi Martabak Manis Kekinian
Seiring berkembangnya tren kuliner, martabak manis mengalami berbagai inovasi menarik. Beberapa di antaranya adalah:
-
Martabak Manis Green Tea
-
Menggunakan matcha dalam adonannya, memberikan warna hijau khas dan aroma teh yang menenangkan.
-
-
Martabak Manis Red Velvet
-
Berwarna merah dengan cita rasa seperti kue red velvet, sering dipadukan dengan cream cheese.
-
-
Martabak Manis Taro
-
Menggunakan ubi ungu sebagai bahan dasar, memberikan rasa manis alami dan warna ungu yang menarik.
-
-
Martabak Manis Mini
-
Versi kecil dari martabak manis yang cocok untuk porsi individu dan lebih praktis.
-
Martabak Manis dan Budaya Nongkrong di Indonesia
Martabak manis bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari budaya sosial di Indonesia. Banyak orang menikmati martabak manis saat berkumpul bersama keluarga, teman, atau bahkan sebagai hadiah untuk orang terkasih.
Di beberapa kota besar, warung martabak bahkan berkembang menjadi tempat nongkrong yang nyaman, dengan menu yang semakin kreatif. Fenomena ini menunjukkan bahwa martabak manis tidak hanya bertahan di tengah persaingan kuliner, tetapi juga terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
BACA JUGA ARTIKEL SELENGKAPNYA DISINI: 10 Kue Tradisional Asia Yang Sangat Manis Dan Menggoda Yang Bisa Jadi Oleh-Oleh